LiterArt : Ulasan yang Berbalik

Ilustrasi oleh Roni Lantang/Lamun

LiterArt : Ulasan yang Berbalik

Awalnya, LiterArt adalah gagasan untuk menulis tentang seni. Spesifik karya-karya seni rupa yang dipamerkan dalam kuntul baris yang diselenggarakan oleh serupa art space. LiterArt diselenggarakan pada tanggal 16 Desember 2018. Tapi karena minimnya peserta dan yang hadir hanyalah seniman dan sastrawan. Memunculkan pertanyaan, dimana para penggiat literasi? Para pelajar dan mahasiswa yang dianggap lebih tepat untuk hadir di LiterArt.

Keterbatasan publikasi yang hanya sekedar melalui media online, bahkan bisa dikatakan tanpa publikasi, karena online pun hanya memaksimalkan akun facebook & instagram LamunKelola dan SerupaArtSpace. Mengundang juga hanya melalui WhatsApp, karena LiterArt tidak memberi undangan fisik. Melalui WhatsApp pun hanya dilakukan beberapa orang, baik melalui grup-grup maupun personal. Selain keterbatasan juga karena dirasa publikasi melalui media online lebih efektif. Karena target peserta memang umum, terutama yang memiliki ketertarikan pada dunia menulis. Atau lebih spesifik lagi, yang tertarik menulis tentang kesenian, adakah?

LiterArt yang rencananya dimulai pada pukul 10.00 wib, baru bisa dimulai pada pukul 01.00 wib. Molor tiga jam karena menunggu peserta. Memang sejak pagi cuaca mendung, dan sesekali grimis. Terlebih di hari minggu. Rasanya lebih menyenangkan jika beristirahat dirumah.


Dok Serupa ArtSpace

Untuk itu apresiasi kepada para seniman dan sastrawan yang menyempatkan hadir, meskipun niatan awal mereka ingin melihat dan membaca hasil dari LiterArt, bukan untuk menjadi peserta. Pada akhirnya kami lebih banyak berdiskusi tentang seni menulis seni, wacana yang tadinya untuk para peserta LiterArt. Hasil dari diskusi, seni menulis seni memang lebih tepat dilempar kepada penulis bukan kepada sastrawan atau seniman. Kami bersepakat sastrawan dan seniman baiknya memang memiliki kemampuan literasi seni. Namun, tidak untuk menuliskannya sebagai penulis, jika seniman dan sastrawan menulis tentu tetap sebagai seniman dan sastrawan. Sedangkan seni menulis seni ditujukan pada peserta LiterArt, yaitu mereka yang memang memiliki ketertarikan pada dunia penulisan.

Seni menulis seni adalah tagline dari LiterArt. Yang harapannya mampu menggugah para penulis untuk berkarya, terlebih untuk mereka yang ingin menulis tentang kesenian. Seni menulis seni adalah bentuk penghargaan pada peserta LiterArt. Karena usahanya untuk membaca, memahami, menganalisa, kemudian mentransformasikannya pada karya tulis.

Meskipun pada kenyataannya belum ada penulis yang hadir. Namun, optimisme akan lahir penulis dari Jepara yang tertarik dengan kesenian kemudian menuliskannya tetaplah besar. Karena Jepara memiliki beragam kesenian, yang kaya bahan kajian. Jepara butuh banyak penulis untuk terus mewacanakannya, sebagai publikasi dan upaya untuk pelestarian dan pengembangan.

Lamun juga memiliki rubrik kesenian, kamu bisa mengirim tulisan tentang kesenian di sini.

Semoga kita bisa bersua di agenda selanjutnya!
Rusdiyan Yazid
Rusdiyan Yazid

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

No comments:

Post a Comment