Maidologi; Khasanah Maido

Maidologi - Khasanah Maido - Lamun Jepara

Khasanah Maido

Jika seorang penceramah itu mesti tokoh agama, atau guru/dosen yg banyak bicara di depan kelas, juga seminar-seminar yg berlomba menghadirkan ahli dari yang paling ahli. Tapi di maidologi tidak berlaku. Semua sama saja, siapapun bisa maido dan dipaido.

Misal, jika kamu ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan diskusi/ceramah/seminar seperti diatas. Baik menjadi narasumber, peserta, atau penyelenggara. Maka hal pertama yang kamu mesti persiapkan adalah alasan yang menguntungkan. Karena kamu akan dipaido begini; “Mela melu / gowa gawe ngunu iku ngopo tah? Kurang penggaweyan” “Njagong ngunu iku ngopo tah, bahas sing abot2, uripmu kurang abot tah iye?” “Njagong ngalor ngidul paling yo rak jelas, malah tambah mumet.”

Bisa dikatakan level wong maido berada diatas wong sing dipaido. Bagaimana tidak, para pemikir/para ahli/para penggiat saja dipikirkan, sampai dikomentari, dan dikritik. Dan tidak itu saja, mereka juga menyodorkan solusi-solusi yang mencengangkan. Misal seperti ini; “Nek mung ngunu iku, njagong karo ngopi biasa ak podo wae.” “Urip kok seneng golek masalah, kui uripmu dirampungke sik.” “Ora usah mikir negoro, negoro rak tau mikirke kowe.” "Begawe a penak." dan lain-lain.

Jika kamu tidak punya jawaban yang menguntungkan, sudah dipastikan kamu akan mati gaya. Alasan/jawaban yang normatif misal; untuk mencapai kondisi sosial masyarakat yang lebih baik, atau kita mesti kritis, atau mencari solusi untuk permasalahan bersama, dan bertujuan untuk kebaikan orang banyak. Akan mudah dimentahkan dengan satu kalimat; “Kowe sopo bosss”. 

Itulah kenapa wong maido perlu jawaban yang menguntungkan. Misal; “Lumayan bati seko parkir pengajian.”, “Lumayan sangune melu seminare dinas.” , atau “Nek rak ono duite ak yo wegah boss.” Bahkan kadang jawaban-jawaban seperti itu tidak cukup, kamu tetap saja dipaido; “Ora apik begawe ngunu iku.” “Ora berkah boss.” “Niatmu ditoto boss."

Baik dipaido, untung dipaido, opo meneh kok keliru sitik. Kabeh iso dipaido. Jurus terakhir adalah ajak ngopi dan bayarin. Terus bilang “Lumayan boss iso nukake kopi wong koyok dapuramu.” Dan tertawalah bersamanya.

Karena khasanah maido adalah kebahagiaan dalam prilaku yang saling mengingatkan dan mengasihi. Maido adalah keindahan dari keakraban. Jadi maido khasanah adalah semacam latihan kesehatan rohani.
Unknown
Unknown

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

No comments:

Post a Comment