Maidologi; Ngoto'


Maidologi; Ngoto'

Ngoto' dalam bahasa Indonesia itu gontokan. Sama juga oto'-oto'an terjemahan gontok-gontokan. Kalau di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) ‘Gontok’ / ‘Gontok-gontokan’ diartikan berkelahi, berselisih, bertengkar sampai tinju meninju. Sedikit berbeda artinya ‘Ngoto’ / ‘Oto'-otok'an’ menurut kamus maidologi.

Ngoto' itu baru sampai mempertahankan argumen. Belum sampai nempileng atau nonyo atau ninju. Oto'-oto'an juga baru sampai adu bacot, adu cangkem, atau adu argumen. Belum sampai tempilingan atau tonyonan atau tinju meninju.

Biasanya mentok paling sebatas di ucapan minta ijin meninju. ‘Tak tempileng lo’ / ‘Tonyo sisan yo’ / ‘Ku Pukul Kau’. Nah, itu biasanya wong ngoto'. Mau nempileng saja ngomong dulu, minta ijin. Apik si? Hee ra? Tak tempileng sisan kwe!?

Biasa boss-boss raja maido ini suka ngoto' dan oto'-oto'an. Adu asumsi, serunya melebihi adu argumen dan gagasan. Karena diskusi dan debat sudah gak levelnya lagi. Apalagi kok debat capres, adoh bossss.

Oto'-oto'an jadi ruang untuk mengeluarkan unek-unek atau perasaan. Sangking semangatnya sering sampai meluap-luap emosinya. Setelah itu lega, selesai. Bar yo bar, sesuk oto'-oto'an neh. Jadi oto'-oto'an semacam arena membuang emosi.

Tidak semua orang mampu oto'-oto'an, karena perlu kedewasaan, dan kemampuan mengendalikan diri. Karena oto'-oto'an yang sesuai kaidah maidologi tidak akan sampai baku hantam. Ada batas-batas tak tertulis yang dimiliki wong ngoto'.

Jika kamu ingin jadi ahli, kamu mesti mulai dari kesabaran. Bagi pemula, oto'-oto'an adalah ujian kesabaran. Tidak apa-apa kamu terus diserang, tidak mampu nyerang, tapi kamu mampu bersabar. Itu sudah betul. Karena wong sabar disayang wong ngoto'. Maka bersabarlah kisanak.

Oto'-oto'an adalah bagian lain dari kemesraan. Tidak ada urusan asumsi, argumen atau gagasan. Tidak penting menang atau kalah. Tidak peduli kuat atau lemah. Semua boleh ngoto'. Bentuk kemerdekaan berpendapat sing sak pol-pole adalah ngoto'.

Tapi the king maido mengingatkan boleh ngoto', tapi jangan ngoto'an. Bendino ngoto' yo rak apik. Ndak dipaido ‘Wong kok Ngoto'an’ Karena ngoto'an adalah berlebihan. Apapun yang berlebihan itu tidak baik.

Tah piye lek? Tonyo? Hei tonyo?
Unknown
Unknown

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

No comments:

Post a Comment