Maidologi; Rak Nggagas

Maidologi - Rak Nggagas - Lamun Jepara

Maidologi; Rak Nggagas

Sikap masa bodo pada maido seringkali ampuh, tapi juga seringkali  mengakibatkan semakin dipaido. Itu sudah konsekuensi. Beruntung jika dengan cuek, jadi tidak banyak dipaido. Rak Nggagas adalah sikap cuek tapi sebenarnya di dalam diri sedang mengolah setiap perkataan maido yang diterima. Mana yang baik, mana yang buruk. Sebuah proses pendewasaan diri.

Kemudian dengan proses analisa tersebut, memutuskan dan melakukan sesuatu. Akan luar biasa jika bisa menjadi apa yang cita-citakan, Dan melakukan atau berusaha mencapai cita-cita yang diyakini baik. Tapi jika malah mlempem, patah semangat, dan menyerah pada keadaan. Malah menjadi apa yang seperti orang lain katakan. Itu bukan sifat  Rak Nggagas yang sejati.

Rak Nggagas seringkali berat terpendam dihati, tapi jika dikuatkan niat dari hati yang ikhlas-sumeleh, dipaido dimaknai sebagai kritik dan masukan, sehingga mampu mengolah, merencanakan dan melakukan sesuatu dengan legowo. Maka Rak Nggagas bisa menjadi senjata ampuh  untuk melesatkan diri meraih cita-cita.  Rak Ngagas bahkan lebih ringan dibandingkan sedikit-sedikit nggagas omongan orang.

Nggagas seringkali hanya menjadi tumpukan rasa amarah, emosi, dan jadi minder. Bukan malah mengolahnya menjadi energi positif. Karena isi hati tak pernah ada orang lain yang tahu. Justru ketika bisa Rak Nggagas, saat itulah sebenarnya juga sedang Ngagas, karena ada proses menyaring / mengambil yang baik.  

Orang seringkali mengatakan; Rak sah digagas. Adalah bentuk kepedulian. Karena tidak semua perkataan orang harus dimasukan kedalam hati. Namun, begitu setiap orang mestinya  memiliki cara sendiri-sendiri untuk  mengolah apa saja yang didengar, dilihat, dan dirasakan.

Menyalahkan orang lain yang maido, menyerah pada keadaan, dan berkecil hati justru membuat seseorang terpuruk.  Energinya akan habis untuk memproduksi hal-hal negatif; membenci, menyalahkan, dll. Bukankah lebih baik energi seseorang didaya gunakan untuk hal positif? lebih berkembang, maju, dan berhasil mewujudkan cita-cita yang telah dibangun.

Ibaratkan paido adalah paku. Tajam, tapi jika digunakan dengan tepat bisa bermanfaat, bahkan kita butuhkan. Rak Nggagas adalah salah satu yang bisa dilakukan untuk menggunakan ‘paku’ tersebut secara fungsional.

Dengan maidologi, termasuk Rak Ngagas itu tadi. Mari hadapi dan raih apa yang sudah dibangun. Tak perlu lari atau menyerah. Karena hukum maidologi, jika seseorang telah berhasil, yang lain akan mengikuti. Berapa banyak pun orang yang maido sebelumnya, jika berhasil akan diikuti yang lain. 

Yakinlah! Ini mudah Ferguso!
Unknown
Unknown

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

No comments:

Post a Comment