Maidologi: wes ngendo-ngendoni, isih ngelulu.

Maidologi - Lamun Jepara

Maidologi: wes ngendo-ngendoni, isih ngelulu.

Ada sebuah pepatah mengatakan sudah jatuh, tertimpa tangga. Rasanya kalau di maidologi hampir sama seperti; “Wes ngendo-ngendoni, isih ngelulu.” Biasanya dilakukan kepada orang yang sedang semangat ingin melakukan sesuatu atau orang yang berencana, biasanya juga kepada orang yang menyampaikan ide & gagasan.

Ngendo-ngendoni dalam bahasa Indonesia bisa berarti melemahkan. Jadi, maido yang bisa melemahkan rencana maupun gagasan orang lain. Misalnya; “Alah, paling a mung ngunu kui.” “Ora sah kokean gaya boss.” “Titeni a paling sesuk kangelan.” “Duitmu piro, kemampuamu sepirooo.” Dan masih banyak kalimat-kalimat lain.

Bisa jadi, ngendo-ngendoni ini adalah bentuk maido yang sebenarnya merupakan test atau ujian. Jadi, si king of maido ini ingin ngetest seberapa jauh keseriusan si mpunya rencana atau gagasan. Selayaknya para profesor doktor yang sedang menguji mahasiswa didalam sidang. Tentu saja, yang punya kemantapan, pengetahuan, dan sedikit keras kepala akan mampu melewati ujian tersebut, dan lulus.

Tapi jangan senang dulu, karena selain ngendo ngendoni, the king biasanya juga ngelulu. Ngelulu dalam bahasa Indonesia bisa diartikan membiarkan dan melihat seberapa jauh hasil yang bisa kamu capai. Jadi jelas, akan jadi bagaimana jika kamu gagal nanti, bersiaplah! Jangan terlena, jangan!

Ngelulu biasanya dibahasakan dengan kata-kata normatif. Misal; “Yo teko angger dilakoni.” “Apik iku boss, angger iso digawe idemu kui.” “Joss boss, mengko nek ono opo2 angger ngomong boss.” dan lain-lain. Dilulu bisa dimaknai sebagai bentuk peringatan kalau kita mesti eling lan waspada, mawas diri. Memiliki perencanaan, strategi, sampai eksekusi yang matang. Ingatlah, the king orang yang titen dan niteni.

Kalau sampai gagal, the king sudah siap dengan 1001 kata maidonya. Tapi kalau kamu berhasil, bersiap-siaplah jadi bahan pembanding oleh the king.

“Koyok kae loh le, pinter, kerjo, sukses. Ora koyok kowe mung ngomong tok.”
“Tapi Boss ,.. ”
“Alah, paling a koyok ngunu kae. Titeni wae.”
"Iyo Boss .... "

Unknown
Unknown

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

1 comment: