Rame ing Gambar, Sepi ing Gawe

Ilustrasi/Vivi

Rame ing Gambar, Sepi ing Gawe

Bulan-bulan ini banyak baliho dan banner yang terpampang di sepanjang Jalan. Di perempatan-perempatan, di pertigaan-pertigaan dan di tempat-tempat strategis lainnya. Dari mulai kampung-kampung lereng muria sampai karimunjawa. Dari keling sampai welahan.

Banyak wajah-wajah sumringah, tampak gagah dan bersibawa. Mengenakan baju dengan warna yang selaras warna partainya. Foto-foto dalam baliho yang berjejer penanda pemilu sudah dekat. Banyak orang menyebut, tahun ini sebagai tahun politik.

Dari data yang dirilis KPU Jepara. Jumlah Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPRD Jepara sebanyak 545 terdiri dari 325 caleg laki-laki dan 220 caleg perempuan. Sedangkan dari laman calegkita .com. Daftar caleg DPR RI ada 88 untuk dapil Jepara-Kudus-Demak. Jumlah yang cukup banyak untuk memenuhi tepi jalan.

Tidak hanya foto, dan nama calon. Tapi juga sering disematkan kata-kata normatif macam: Peduli, Merakyat, Adil, Jujur, Amanah, Sederhana, Bersih, dll. Ada juga kalimat-kalimat pendek dua tiga kata macam: Peduli Petani, Peduli Pengrajin, Saatnya Perempuan Berkarya, Saatnya Anak Muda Berkarya, Putra Asli Jepara, dll

Mestinya karena begitu banyaknya orang yang demikian, Jepara pantas maju masyarakatnya dalam seluruh hal. Karena sudah banyak yang Peduli, Berkarya, Bekerja, dan Berpihak pada masyarakat seperti Petani, Nelayan, Pengrajin Kayu, dll.

Tapi nyatanya, masih banyak masalah yang justru berlarut, malah memburuk. Masalah lingkungan misalnya, batu-batu dikeruk secara besar-besaran. Akhirnya, debit air ketika curah hujan tinggi sungai-sungai tak punya lagi batu-besar untuk membendungnya. Akibatnya banjir melanda. Dimanakah orang-orang yang peduli tadi?

Misal lagi soal Pengrajin kayu lokal yang hari ini dihadapkan persaingan dengan PMA-Penanaman Modal Asing (Investor). Mereka yang memiliki modal kecil atau terbatas pelan-pelan tergeser. Kemana mereka yang berpihak tadi?

Itu hanya beberapa contoh kecil yang nyata butuh ruang kepedulian dan keberpihakan. Masih ada ruang lain yang butuh kerja keras untuk lebih baik misal transportasi umum, pariwisata, pendidikan, kebudayaan, dan sektor-sektor lainnya. Kemana tadi yang bilang Saatnya bekerja?

Kita mestinya tidak kekurangan orang-orang yang peduli, berpihak, dan bekerja. Semoga tidak cuma kata-kata tapi juga tindakan/lakunya. Semoga tidak hanya citra saat ada pemilu saja, tapi citra yang terbentuk karena memang laku/tindakannya.

Atau jika tidak, mestinya kita malu dan sadar diri. Kita belum banyak berkontribusi. Semoga kita bisa laku 'Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe.' Bukan sebaliknya.
Unknown
Unknown

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

No comments:

Post a Comment